Hong Kong, Dow Jones 06/02/12 – Saham-saham Hong Kong mengakhir perdagangan di awal pekan pada teritori negatif akibat pelemahan saham China Unicom, dan aksi ambil untung ditengah antisipasi alotnya pembicaraan utang Yunani yang menyuramkan positifnya data pekerjaan di Amerika.
Bluechips index Hang Seng ditutup turun 47.04 poin atau sebesar 0.2% di level 20709.94 dengan total volume transaksi mencapai HK$72.14 milyarm turun dari sesi perdagangan jumat sebesar HK$63.44 milyar.
Analis memperkirakan index acuan HK untuk ditransaksikan pada kisaran 20400 – 21000 selama dua pekan kedepan, dengan kelanjutan seputar negosiasi atas restrukturisasi utang Yunani yang masih akan membebani sentimen pasar.
“Fokus pekan ini tertuju pada pembicaraan utang di Yunani pekan ini. Beragam pejabat telah memberikan peringatan atas potensi default dan bisa memberikan efek domino di dalam zona euro. Tanpa solusi kongkret, setiap reli pada index Hang Seng tampaknya tidak akan berkesinambungan,” ungkap Jackson Wong, investment manager dari Tanrich Securities.
Kuatnya data pekerjaan AS yang dirilis jumat lalu, yang mengisyaratkan pada laju pemulihan ekonomi terbesar di dunia tersebut telah meningkat, mengirim index komposit Nasdaq ke level tertinggi 11-tahun dan DJIA ditutup pada level tertinggi sejak empat tahun terakhir.
Reli yang terjadi diawal sesi akhir tertekan aksi ambil untung hingga akhirnya HSI jatuh ke area negatif sampai penutupan perdagangan. Index acuan HK naik 9 dari 11 sesi terakhir.
China Unicom jatuh 4.5% ke HK$13.66 dan menjadi bluechips berkinerja terburuk, sementara China Telecom jatuh 4.2% di HK$4.32.
Saham-saham terkait ekspor melawan trend, atas harapan bahwa permintaan dari Amerika akan naik lebih capet dibandingkan perkiraan ditengah meningkatnya pasar tenaga kerja.
Operator terminal kontainer, China Merchant Holdings naik 5.3% di HK$28.95, peritel, Esprit gain 5% ke HK$13.04 dan Cosco Pacific reli 4.7% di HK$12.04
Bluechips index Hang Seng ditutup turun 47.04 poin atau sebesar 0.2% di level 20709.94 dengan total volume transaksi mencapai HK$72.14 milyarm turun dari sesi perdagangan jumat sebesar HK$63.44 milyar.
Analis memperkirakan index acuan HK untuk ditransaksikan pada kisaran 20400 – 21000 selama dua pekan kedepan, dengan kelanjutan seputar negosiasi atas restrukturisasi utang Yunani yang masih akan membebani sentimen pasar.
“Fokus pekan ini tertuju pada pembicaraan utang di Yunani pekan ini. Beragam pejabat telah memberikan peringatan atas potensi default dan bisa memberikan efek domino di dalam zona euro. Tanpa solusi kongkret, setiap reli pada index Hang Seng tampaknya tidak akan berkesinambungan,” ungkap Jackson Wong, investment manager dari Tanrich Securities.
Kuatnya data pekerjaan AS yang dirilis jumat lalu, yang mengisyaratkan pada laju pemulihan ekonomi terbesar di dunia tersebut telah meningkat, mengirim index komposit Nasdaq ke level tertinggi 11-tahun dan DJIA ditutup pada level tertinggi sejak empat tahun terakhir.
Reli yang terjadi diawal sesi akhir tertekan aksi ambil untung hingga akhirnya HSI jatuh ke area negatif sampai penutupan perdagangan. Index acuan HK naik 9 dari 11 sesi terakhir.
China Unicom jatuh 4.5% ke HK$13.66 dan menjadi bluechips berkinerja terburuk, sementara China Telecom jatuh 4.2% di HK$4.32.
Saham-saham terkait ekspor melawan trend, atas harapan bahwa permintaan dari Amerika akan naik lebih capet dibandingkan perkiraan ditengah meningkatnya pasar tenaga kerja.
Operator terminal kontainer, China Merchant Holdings naik 5.3% di HK$28.95, peritel, Esprit gain 5% ke HK$13.04 dan Cosco Pacific reli 4.7% di HK$12.04

