SEATTLE (Bloomberg): Harga emas jatuh untuk sesi kedua berturut-turut karena dipicu penguatan euro terhadap dolar AS, yang memangkas permintaan logam sebagai investasi aman di tengah berkurangnya kekhawatiran atas utang Eropa.
Sebaliknya, harga platina naik menuju level tertinggi selama hampir empat pekan.
Sebagian besar bank Eropa berhasil lulus stress test yang dimaksudkan untuk melihat kemampuan para bank untukĀ bertahan terhadap krisis keuangan, jelas para bank dan regulator pada 23 Juli kemarin.
Sementara itu, euro naik untuk sesi ketiganya berturut-turut terhadap mata uang AS. Di lain pihak, emas telah merosot 6,6% dari pencapaian rekornya yaitu US$1.266,50 per ounce pada 21 Juni.
Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus melemah US$4,70 atau 0,4% menjadi US$1.183,10 di Comex, New York. Pada minggu ini, logam mulia ini hampir tidak mengalami pergeseran.
Rencanannya, emas akan diperdagangkan dalam kisaran US$1.175 hingga US$1.205 minggu ini, ungkap Leonard Kaplan, seorang Direktur Prospector Asset management di Evanston, Illinois.
'Emas tampaknya terkunci dalam berbagai perdagangan, dan sudah di sini selama berminggu-minggu,' ujar Kaplan.
Kontrak berjangka platinum untuk pengiriman Oktober menguat US$13 atau 0,8% menjadi US$1.555,80 per ounce di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh level US$1.559,80, yang merupakan level tertinggi sejak 29 Juni.
Hal yang sama terjadi pada kontrak berjangka paladium untuk pengiriman September yaitu naik 1,8% menjadi US$475 per ounce. Sebelumnya harga ini sempat meraih level tertinggi sejak 28 Juni yaitu US$479.
Kontrak berjangka perak untuk pengiriman September juga turut naik tipis menjadi US$18,20 per ounce di Comex.

