NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah hampir tidak mengalami perubahan yang tengah mendekati level tertinggi selama 11 pekan setelah meningkatnya optimisme atas kemungkinan bertambahnya permintaan bahan bakar di tengah prospek yang meningkat untuk pemulihan ekonomi di AS.
Harga minyak sempat naik 3,6% terkait aksi relinya setelah laba EBay Inc. dan Caterpillar Inc melebihi perkiraan dan terjadinya percepatan pertumbuhan di bidang jasa dan manufaktur Eropa.
Harga minyak juga naik karena merosotnya dolar AS terhadap euro yang mendorong daya tarik komoditas.
'Kini setiap orang tengah fokus pada hal yang sama, sehingga mengubah pandangan atas pertumbuhan ekonomi,' jelas David Greely, kepala riset energi di Goldman Sachs Group Inc. di New York.
Kontrak minyak mentah untuk pengiriman September berada pada 79,18 per barel yang berkurang sebesar 12 cent di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 8.23 pagi waktu Sydney. Kemarin, kontrak ini sempat naik US$2,74 menjadi US$79.30 yang merupakan level paling tinggi sejak 5 Mei lalu yang menjadikannya kenaikan paling besar sejak 27 Mei silam.
Jumlah permintaan minyak negara-negara Uni Eropa mencapai 17% dari permintaan dunia pada 2009, menurut BP Plc, yang menerbitkan BP Statistical Review of World Energy miliknya setiap bulan Juni.
Pihak Departemen Energi AS mengungkapkan bahwa tertanggal 21 Juli lalu, jumlah cadangan minyak mentah negara bertambah sebanyak 360.000 barel minggu lalu. Pasokan minyak ini naik 1,12 juta barel menjadi 222,2 juta barel pekan lalu, yang merupakan jumlah paling tinggi sejak April.
Kontrak minyak mentah jenis brent untuk pengiriman September naik US$2,45 atau 3,3% di sesi penutupan yang berada pada level US$77,82 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London ini. Level tersebut merupakan level di sesi penutupan paling tinggi sejak 25 Juni silam. (Bisnis)

