Home

Solid Gold Berjangka

solidgold_demo_account solidgold_live_account

Kinerja BP Diprediksi Bakal Menurun

LONDON – Perusahaan minyak dunia, BP Plc, diprediksi bakal membukukan penurunan pendapatan belasan miliar dollar AS pada kuartal II tahun ini. Ini sebagai konsekuensi perusahaan itu yang harus membayar kompensasi besar setelah musibah kebocoran minyak di Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS).

Pengamat memprediksikan BP akan menderita penurunan pendapatan sebesar 15 miliar dollar AS pada kuartal ini (April- Juni 2010). “Kami berharap BP mencatatkan biaya untuk penanganan tumpahan minyak sebesar 20 miliar dollar AS pada kuartal ini,” tutur analis dari Arbuthnot, Dougie Youngson.

Analis dari Barclays Bank menyatakan BP akan membukukan penurunan pendapatan sebesar 13 miliar dollar AS pada kuartal II ini. Proyeksi untuk biaya penanganan tumpahan minyak sekitar 25 miliar dollar AS.

Petinggi BP akan membahas masalah laporan kinerja perusahaan itu di London, Senin (26/7) malam waktu setempat. Mereka juga dikabarkan bakal membahas ikhwal rencana pemberhentian CEO BP Tony Hayward lantaran dinilai gagal menangani bencana tumpahan minyak.

Kemarin, pihak BP menegaskan belum ada keputusan final mengenai perubahan manajemen setelah muncul spekulasi soal pengunduran diri Hayward. “BP menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang dibuat berkenaan dengan masalah itu.

Dewan direksi tengah menggelar pertemuan Senin (26/7) malam, menjelang pengumuman hasil kinerja pada kuartal II pada Selasa (27/7). Sejumlah keputusan akan diumumkan,” kata BP dalam pernyataan tertulisnya.

Apabila Hayward keluar dari BP, dia akan menjadi CEO keempat yang terdepak dari posisinya sebelum masa tugasnya berakhir. Sebelumnya, John Browne kehilangan jabatannya setelah berbohong soal skandal gay-nya. Bob Harton juga mundur setelah strateginya tidak diterima investor pada1992.

Tidak Jual

Sejak musibah tumpahan minyak di Teluk Meksiko terjadi pada April lalu, Hayward terus mendapat tekanan dari pejabat tinggi dan publik di Amerika Serikat (AS).

Akibat pencemaran itu, BP didesak untuk membayar semua biaya operasional pembersihan serta semua ganti rugi kepada pihak yang dirugikan. BP siap menyediakan dana sebesar 20 miliar dollar AS sesuai kesepakatan dengan Presiden Obama.

Hingga kini, BP mengaku telah membayar biaya ganti rugi sekitar 18,5 juta dollar AS. Perusahaan itu belum lama ini mengumumkan penjualan asetnya di Vietnam dan Pakistan senilai 1,7 miliar dollar AS.

Bahkan, pada Selasa (20/7), BP mencapai kesepakatan penjualan asetnya di AS, Kanada, dan Mesir kepada perusahaan asal AS, Apache Corp senilai 7 miliar dollar AS.

Meski membutuhkan banyak dana, BP tetap mempertahankan beberapa aset potensial yang dimilikinya. BP tidak akan menjual 50 persen kepemilikannya di perusahaan patungan TNK-BP.

“Tidak ada pembicaraan dan mereka (BP) tidak akan menjual kepemilikannya,” kata Chief Executive TNK-BP, Maxim Barsky.