MELBOURNE (Bloomberg): Minyak mentah turun untuk hari kedua di New York di tengah prediksi yang menyatakan bahwa ekonomi AS akan bergerak dalam laju yang lambat di kuartal kedua ini, menambah kekhawatiran pemulihan permintaan bahan bakar yang makin melemah.
Harga minyak turun setelah perkiraan bahwa produk domestik bruto AS meningkat pada laju tahunan sebesar 2,5% setelah meningkat pada level 2,7% dalam kuartal pertama tahun ini, berdasarkan hasil surveiĀ Bloomberg News sebelum Departemen Perdagangan AS mengeluarkan laporannya pada 30 Juli mendatang. Harga minyak juga jatuh akibat badai tropis Bonnie.
Minyak mentah untuk pengiriman September turun sebanyak 34 sen, atau 0,4% menjadi US$78,64 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak ini sempat menyentuh harga US$78,87 pada pukul 08:32 pagi waktu Sydney. Kontrak tersebut jatuh sebesar 32 sen atau 0,4% menjadi US$78,98 pada 23 Juli lalu.
Badai yang melanda wilayah di sekitar Teluk Meksiko sedang benar-benar diamati pergerakannya, hal ini mungkin akan melemahkan produksi minyak yang juga diakibatkan oleh kebocaran pipa minyak. Teluk Meksiko menyumbang sekitar 31% dari total produksi minyak AS dan 10% dari total produksi gas alam, berdasarkan data Departemen Energi. Sementara itu, wilayah sepanjang pantai Louisiana dan Texas menjadi tempat produksi bagi 42% dari kapasitas penyulingan minyak AS.
Harga minyak mentah jenis brent untuk pengiriman September diperdagangkan pada US$77,40 per barel, turun 5 sen, di ICE Futures Europe yang berbasis di London pada pukul 08:29 pagi waktu Sydney. Kontrak tersebut turun 37 sen, atau 0,5% menjadi US$77,45 pada tanggal 23 Juli lalu. (Bisnis)

