Solid Gold Berjangka - Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), memperpanjang penurunan selama dua sesi berturut-turut. Tekanan muncul setelah meningkatnya upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sehingga kekhawatiran terhadap eskalasi konflik yang lebih luas sedikit berkurang.
Harga Brent bergerak di sekitar US$114,95 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$102,33 per barel. Koreksi terjadi setelah harga minyak melonjak pada pekan sebelumnya hingga membawa Brent ke level tertinggi dalam enam bulan akibat kekhawatiran serangan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran di Timur Tengah.
Upaya diplomasi terbaru melibatkan Iran, Arab Saudi, Turki, Pakistan, serta Qatar. Pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan pemimpin Iran di Teheran pada Senin untuk membahas serangan Houthi terhadap Arab Saudi, peluang pembicaraan AS-Iran, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, serta blokade terhadap pelabuhan Iran.
Meski diplomasi mampu meredakan kekhawatiran jangka pendek, risiko pasokan masih tinggi. Presiden AS Donald Trump belum menutup kemungkinan tindakan militer tambahan terhadap Iran, sementara Teheran mensyaratkan pencabutan blokade AS dan sanksi terhadap ekspor minyak sebagai bagian dari setiap proses negosiasi. Konflik juga masih mengganggu aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.
Ketidakpastian semakin tinggi setelah Houthi mengklaim menyerang stasiun pompa di jalur pipa minyak East-West Arab Saudi serta sebuah bandara di Riyadh. Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir juga melaporkan pencegatan sejumlah rudal dan drone. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap harga minyak masih dibayangi risiko rebound apabila diplomasi gagal menghasilkan deeskalasi yang berkelanjutan.