Inflasi Australia kembali meningkat pada September 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan naik menjadi 4,3% dari 4,0% pada Agustus. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,2% dan menjadi level tertinggi sejak Maret, sekaligus semakin menjauh dari target inflasi Reserve Bank of Australia di kisaran 2–3%.
Tekanan terbesar datang dari sektor transportasi, dengan inflasi melonjak menjadi 8,7% dari sebelumnya 5,6%. Kenaikan harga bahan bakar kendaraan di tengah tingginya harga minyak global menjadi pendorong utama. Inflasi makanan dan minuman non-alkohol juga meningkat menjadi 3,2% dari 3,0%.
Sementara itu, inflasi sektor perumahan melambat menjadi 5,2% dari 5,7% pada Agustus, meski masih menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap kenaikan harga. Inflasi inti yang diukur melalui trimmed mean CPI tercatat sebesar 3,6% secara tahunan, bertahan di level tertinggi sejak September 2024 dan sesuai dengan perkiraan pasar.
Secara bulanan, IHK meningkat 0,8%, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebesar 0,7% dan naik tajam dari pertumbuhan 0,4% pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi lonjakan bulanan terbesar dalam enam bulan terakhir dan memperkuat sinyal bahwa tekanan harga di Australia belum sepenuhnya mereda.
Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap RBA untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat atau mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan terhadap dolar Australia, tetapi pada saat yang sama berisiko meningkatkan biaya pinjaman dan menekan konsumsi serta pertumbuhan ekonomi.