Dolar AS menguat pada perdagangan Senin (19/10) dengan DXY naik 0,17% ke 101,97. Greenback mendapat dukungan dari rebound saham AI setelah aksi jual tajam pekan lalu, sementara gejolak politik dan fiskal Prancis menekan euro. EUR/USD turun 0,24% ke US$1,1212, dengan meningkatnya spread obligasi Prancis-Jerman mencerminkan kenaikan premi risiko terhadap aset Prancis.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang lebih beragam. AUD/USD menguat 0,49% setelah ekonomi China tumbuh lebih cepat dari perkiraan, memberikan dorongan bagi dolar Australia karena kuatnya hubungan perdagangan kedua negara. Sebaliknya, USD/JPY naik 0,35% ke sekitar 158,49, menunjukkan yen masih berada di bawah tekanan meskipun BOJ mulai memberikan sinyal ruang untuk kenaikan suku bunga.
Dolar Kanada juga bergerak melemah terhadap greenback setelah inflasi Kanada meningkat, meski komentar hawkish Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem tetap memberikan dukungan terhadap mata uang tersebut. Pasar kini mencermati apakah tekanan harga energi akan membuat bank sentral Kanada mempertahankan sikap lebih ketat.
Dari sisi AS, rebound saham AI menjadi salah satu katalis penting bagi dolar. Sebelumnya, kekhawatiran terhadap tingginya pembiayaan investasi AI sempat membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset AS. Namun, pemulihan saham teknologi kembali meningkatkan minat terhadap aset berdenominasi dolar.
Sementara itu, kebijakan The Fed masih menjadi faktor pembatas. Kevin Warsh kembali tidak memberikan sinyal mengenai arah suku bunga berikutnya, sehingga pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, peluang kenaikan pada Desember tetap menjadi perhatian.