Solid Gold Berjangka - Indeks Dolar AS (DXY) bergerak relatif datar di sekitar 101.500 pada perdagangan Senin (19/10) setelah gagal mempertahankan kenaikan awal. Dolar sempat mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset aman akibat gejolak sosial di Prancis, tetapi penguatan tersebut tertahan oleh kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan di Amerika Serikat.
Tekanan di Eropa meningkat setelah yield obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun naik mendekati 4,85%, tidak jauh dari level tertinggi lebih dari dua dekade di sekitar 5%. Kenaikan yield terjadi di tengah aksi protes terkait biaya hidup di Prancis yang kemudian turut menyebar ke Lisbon dan Milan, meningkatkan ketidakpastian pasar regional.
Meski kondisi tersebut sempat meningkatkan daya tarik dolar sebagai safe haven, kekhawatiran terhadap sektor AI membatasi penguatan lebih lanjut. Pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan siklus investasi besar di sektor teknologi, terutama setelah saham-saham terkait AI mengalami tekanan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap valuasi serta pembiayaan.
Pelaku pasar menilai ketergantungan ekonomi AS terhadap investasi AI dapat menjadi risiko bagi dolar apabila siklus tersebut mulai melambat. Berbeda dengan pola risk-off pada umumnya, tekanan yang bersumber dari AS dapat mendorong investor masuk ke obligasi Treasury, menekan yield, sekaligus mengurangi daya tarik dolar terhadap mata uang utama lainnya.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini. Ekspektasi tersebut menguat setelah sejumlah pejabat The Fed menilai belum ada urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga, membuat arah DXY selanjutnya bergantung pada perkembangan sentimen AI, yield Treasury, dan data ekonomi AS. (srh)