Solid Gold Berjangka – USD/CHF kembali melemah pada perdagangan Asia Rabu (4/11) dan bergerak di sekitar 0,8170 setelah kehilangan sebagian kenaikan pada sesi sebelumnya. Tekanan terutama berasal dari pelemahan dolar AS menyusul hasil pemilu sela yang meningkatkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan fiskal dan keseimbangan kekuasaan di Kongres.
Perkembangan pemilu menunjukkan penguatan posisi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, mendorong pasar mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan kepemimpinan Kongres dan terbatasnya ruang pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda fiskal. Ketidakpastian tersebut menekan permintaan terhadap dolar dan memberikan ruang bagi franc Swiss untuk menguat.
Selain faktor politik, pasar juga mencermati perkembangan konflik AS–Iran. Washington dan Teheran masih meninjau proposal yang diajukan mediator setelah laporan serangan AS terhadap Pulau Qeshm, sementara jalur diplomasi belum menghasilkan terobosan. Meredanya harga energi dapat mengurangi tekanan inflasi, tetapi risiko geopolitik tetap menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.
Meski dolar tertekan, ekspektasi kebijakan Federal Reserve masih memberikan penopang. Pasar memperkirakan peluang sekitar 79% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, sehingga ruang pelemahan dolar berpotensi terbatas apabila data ekonomi AS tetap kuat dan tekanan inflasi bertahan.
Di sisi Swiss, franc mendapat dukungan setelah inflasi Oktober naik menjadi 1,5%, level tertinggi dalam hampir tiga tahun, terutama akibat kenaikan biaya energi impor. Meski masih berada dalam kisaran target Swiss National Bank sebesar 0%–2%, percepatan inflasi mendorong pasar mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal pada 2027. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan tekanan terhadap USD/CHF dalam jangka pendek. (srh)