Solid Gold Berjangka - Kekhawatiran terhadap ekonomi dan tingginya biaya hidup mulai membayangi kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026. Dalam kampanye di Kansas untuk mendukung Senator Republik Roger Marshall, isu harga energi, inflasi, pertanian, dan daya beli justru menjadi tantangan utama di tengah upaya Partai Republik mempertahankan kendali Kongres.
Kansas selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik dan belum memilih senator Demokrat selama puluhan tahun. Namun, ketatnya persaingan Marshall dengan kandidat Demokrat Adam Hamilton menunjukkan bahwa keresahan ekonomi mulai terasa bahkan di wilayah yang sebelumnya dianggap relatif aman bagi Partai Republik.
Dalam pidatonya, Trump berusaha mengalihkan perhatian ke kerusuhan di Prancis dengan memperingatkan bahwa kekacauan serupa dapat terjadi di AS apabila Demokrat meraih kekuasaan. Namun, Reuters melaporkan Trump tidak memberikan bukti atas klaim tersebut, sementara keresahan mengenai kenaikan harga tetap menjadi isu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari pemilih.
Tekanan tersebut terlihat dari jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru yang menempatkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump di sekitar 31%, terendah dalam survei tersebut. Survei yang sama juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap penanganan ekonomi menjadi salah satu sumber tekanan terbesar menjelang pemilu paruh waktu.
Masalah inflasi menjadi semakin sensitif setelah harga konsumen AS kembali meningkat pada September. CPI naik 3,7% secara tahunan, sementara lonjakan harga bensin ikut memperbesar tekanan terhadap rumah tangga dan memperkuat persepsi bahwa biaya hidup masih sulit dikendalikan.
Di Kansas, tekanan tersebut terlihat langsung dari harga bahan bakar. Di sekitar lokasi kampanye, bensin tercatat mendekati US$4 per galon, sementara solar berada jauh lebih tinggi, kondisi yang sangat terasa bagi masyarakat pedesaan yang bergantung pada kendaraan pribadi, mesin pertanian, dan transportasi barang.
Kelompok petani juga menjadi perhatian karena merupakan salah satu basis penting Partai Republik. Sejumlah petani menyuarakan kekhawatiran terhadap kombinasi tarif, biaya bahan bakar, serta perubahan akses pasar yang menurut mereka mempersempit margin usaha, sehingga isu ekonomi pedesaan mulai mendapat porsi lebih besar dalam kampanye.
Tekanan ekonomi bahkan mendorong pemerintah mengumumkan program bantuan sekitar US$8 miliar untuk membantu petani menanggung kenaikan biaya diesel selama musim panen. Langkah tersebut menunjukkan bahwa tingginya biaya energi telah berkembang dari persoalan ekonomi menjadi isu politik penting menjelang pemilu.
Kondisi ini membuat pesan kampanye Trump menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Isu imigrasi, keamanan, dan konflik politik masih menjadi bagian utama pidatonya, tetapi bagi sebagian pemilih, harga bahan bakar, biaya pangan, suku bunga, serta pendapatan rumah tangga menjadi ukuran yang lebih langsung untuk menilai kondisi ekonomi.
Dengan pemilu yang semakin dekat, kemampuan Trump dan Partai Republik meyakinkan pemilih bahwa tekanan harga dapat dikendalikan akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan dukungan di wilayah konservatif. Ketatnya persaingan di Kansas menunjukkan bahwa isu ekonomi kini bukan hanya menjadi persoalan bagi negara bagian kompetitif, tetapi juga mulai menguji loyalitas pemilih di basis tradisional Partai Republik. (srh)