Aktivitas bisnis sektor swasta Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pertumbuhan pada Oktober 2026, meskipun laju ekspansi secara keseluruhan mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data pendahuluan yang dirilis S&P Global pada Jumat (23/10/2026), sektor manufaktur dan jasa AS masih berada dalam zona ekspansi. Kondisi ini mencerminkan ketahanan aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global serta meningkatnya perhatian investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur AS meningkat menjadi 56,0 pada Oktober, sedikit lebih tinggi dibandingkan September sebesar 55,9. Hasil tersebut juga melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan indeks berada di level 55,6. Sementara itu, PMI Jasa tercatat sebesar 57,9, sesuai dengan perkiraan analis, tetapi melambat dari posisi 58,8 pada September. Kedua indikator tersebut tetap berada di atas ambang batas 50, yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur maupun jasa masih mengalami ekspansi.
Di sisi lain, PMI Gabungan AS, yang mencerminkan aktivitas sektor manufaktur dan jasa secara keseluruhan, turun menjadi 57,6 pada Oktober dari 58,4 pada bulan sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan aktivitas bisnis mulai kehilangan sebagian momentumnya, meskipun masih berada pada tingkat ekspansi yang relatif kuat. Perbedaan kinerja kedua sektor menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur masih mampu mencatatkan peningkatan, sementara sektor jasa mengalami perlambatan. Perkembangan tersebut menjadi perhatian pasar dalam menilai daya tahan ekonomi AS menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Solidnews mencermati bahwa data PMI AS yang tetap ekspansif berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar AS karena mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih solid. Namun, perlambatan pada sektor jasa dan PMI Gabungan menunjukkan adanya potensi moderasi pertumbuhan yang perlu diperhatikan. Apabila ketahanan ekonomi disertai tekanan inflasi yang masih tinggi, The Fed berpeluang mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Sebaliknya, jika perlambatan aktivitas bisnis semakin meluas, ekspektasi pelonggaran kebijakan dapat kembali meningkat. Oleh karena itu, perkembangan indikator ekonomi berikutnya akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah dolar AS, imbal hasil obligasi, dan sentimen pasar keuangan global.