Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2026 diperkirakan memperkuat independensi Federal Reserve (The Fed) dari tekanan politik Presiden Donald Trump. Penguasaan Senat oleh Demokrat memberikan kewenangan lebih besar untuk mengawasi dan menyetujui pengangkatan pejabat bank sentral, sehingga dapat membatasi upaya pemerintahan Trump menempatkan lebih banyak sekutunya di jajaran pimpinan The Fed. Perubahan komposisi Kongres tersebut sekaligus membuka babak baru hubungan antara pemerintah AS dan bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Perubahan politik tersebut juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Ketua The Fed Kevin Warsh. Senator Demokrat Elizabeth Warren diperkirakan akan memimpin Komite Perbankan Senat, menggantikan Senator Republik Tim Scott yang selama ini mendukung Warsh. Pergantian kepemimpinan komite tersebut dapat memperketat pengawasan terhadap kebijakan moneter, transparansi, serta keputusan The Fed dalam menangani inflasi. Ekonom JPMorgan Michael Feroli menilai Warsh perlu memperkuat hubungannya dengan anggota Kongres apabila ingin memperoleh dukungan untuk masa jabatan berikutnya setelah periode kepemimpinannya berakhir pada 2030.
Sementara itu, Presiden Trump sebelumnya berulang kali mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga secara agresif guna mendukung aktivitas ekonomi. Namun, pejabat bank sentral justru mempertahankan pendekatan yang lebih ketat, termasuk menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi. Penguasaan Senat oleh Demokrat berpotensi semakin mempersulit Trump dalam mengubah komposisi Dewan Gubernur The Fed yang beranggotakan tujuh orang. Perselisihan terkait upaya pemberhentian Gubernur The Fed Lisa Cook juga masih menjadi perhatian karena berpotensi menghadapi proses hukum lanjutan.
Penguatan pengawasan Kongres dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi The Fed untuk menentukan kebijakan berdasarkan perkembangan inflasi dan kondisi ketenagakerjaan, bukan tekanan politik pemerintah. Meski demikian, independensi bank sentral tidak secara otomatis menghilangkan ketidakpastian kebijakan moneter. Pengawasan yang lebih ketat juga dapat memperlambat agenda perubahan regulasi perbankan pemerintahan Trump, termasuk aturan mengenai aset digital dan penyederhanaan sistem pengawasan perbankan.
Bagi pasar keuangan, perubahan politik tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga dan pergerakan dolar AS. Apabila independensi The Fed mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengendalikan inflasi, dolar berpeluang memperoleh dukungan melalui imbal hasil obligasi yang relatif tinggi. Sebaliknya, meningkatnya ketidakpastian politik atau prospek perlambatan ekonomi dapat membatasi penguatan dolar. Investor diperkirakan tetap mencermati perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, dan komunikasi pejabat The Fed untuk menilai arah kebijakan moneter berikutnya.(CP)