Solid Gold Berjangka - Pasangan USD/CHF kembali menguat pada perdagangan Asia Rabu (21/10/2026), bergerak di sekitar 0,8260 setelah melemah pada sesi sebelumnya. Dolar AS mendapatkan dukungan dari permintaan aset safe haven seiring kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Harga minyak bergerak naik ketika pasar mencermati perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Meski proses negosiasi masih berlangsung, investor tetap berhati-hati setelah pertemuan tingkat tinggi di Teheran membahas hubungan bilateral serta perkembangan pembicaraan dengan Washington. Harapan terhadap tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat juga dinilai masih terlalu dini.
Dari sisi kebijakan moneter, perhatian pasar tertuju pada pertemuan Federal Reserve 27–28 Oktober. Pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 83,9% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut, sementara probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember masih berada di sekitar 90%.
Ketua The Fed Kevin Warsh sejauh ini belum memberikan petunjuk tegas mengenai keputusan suku bunga Oktober. Sikap tersebut membuat investor tetap mempertimbangkan kemungkinan kebijakan moneter ketat lebih lama, terutama jika kenaikan harga energi kembali memperkuat tekanan inflasi di Amerika Serikat.
Sementara itu, franc Swiss mendapat tekanan tambahan dari data perdagangan domestik. Surplus perdagangan Swiss menyusut menjadi CHF1,31 miliar pada September dari CHF4,2 miliar sebelumnya, menjadi yang terendah sejak November 2022. Impor melonjak 24,9% secara bulanan, sedangkan ekspor hanya tumbuh 1,5%, sehingga perbedaan fundamental tersebut turut memberikan ruang bagi USD/CHF untuk mempertahankan penguatannya. (srh)