Solid Gold Berjangka - Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Kamis (22/10) dan bergerak di sekitar 157,05. Yen Jepang mendapat momentum penguatan ketika dolar AS kehilangan tenaga menjelang pertemuan Federal Reserve, sementara pasar kembali mempertimbangkan peluang pengetatan kebijakan Bank of Japan (BoJ).
Dukungan terhadap yen meningkat setelah pejabat BoJ membuka ruang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut jika perkembangan inflasi dan ekonomi berjalan sesuai proyeksi. Sentimen tersebut mendorong investor kembali memperhatikan prospek normalisasi kebijakan Jepang setelah USD/JPY sebelumnya bertahan di sekitar level 158.
Yen juga mendapat dukungan dari meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Jepang. Kenaikan yield domestik mulai menarik dana investor Jepang kembali ke pasar obligasi dalam negeri, sehingga membantu mengurangi tekanan jual terhadap yen. Investor Jepang tercatat melakukan penjualan obligasi asing selama lima pekan berturut-turut.
Dari sisi Amerika Serikat, dolar cenderung melemah menjelang keputusan kebijakan The Fed. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya, meski peluang kenaikan pada Desember masih menjadi faktor yang dapat membatasi penurunan dolar dan USD/JPY lebih dalam.
Meski yen menguat, pergerakannya masih menghadapi tantangan dari tingginya harga minyak yang dapat meningkatkan biaya impor Jepang. Di sisi lain, pemerintah Jepang tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap volatilitas nilai tukar, sehingga potensi intervensi juga menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan USD/JPY jika yen kembali melemah tajam. (srh)