Solid Gold Berjangka - Pasangan AUD/USD melemah pada perdagangan Kamis setelah sempat menyentuh level tertinggi bulanan dan menghentikan reli selama empat hari berturut-turut. Meski terkoreksi, pasangan ini masih mampu bertahan di atas level psikologis 0,7000 pada paruh pertama sesi Eropa Kamis (22/10).
Tekanan terhadap dolar Australia muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Sentimen risk-off membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk Aussie. Namun, tekanan tersebut masih tertahan oleh pelemahan dolar AS dan komentar bernada hawkish dari pejabat Reserve Bank of Australia.
Asisten Gubernur RBA Christopher Kent sebelumnya menyatakan terdapat indikasi bahwa tingkat suku bunga netral meningkat, baik di Australia maupun secara global. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser juga memperingatkan inflasi trimmed mean kuartal ketiga berpotensi lebih tinggi dari perkiraan, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga menjelang pertemuan 3 November tetap terjaga.
Dukungan tambahan bagi Aussie datang dari pertumbuhan ekonomi China kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan. Di sisi lain, dolar AS masih berada di bawah tekanan setelah pejabat Federal Reserve memberi sinyal bahwa tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober.
Yield obligasi pemerintah AS yang terus turun dari level tertinggi beberapa tahun turut membatasi penguatan dolar dan membantu menahan pelemahan AUD/USD. Meski demikian, pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif menjelang keputusan FOMC pekan depan yang akan menjadi penentu utama arah dolar AS dan pergerakan AUD/USD berikutnya. (srh)