Solid Gold Berjangka - Kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan terus menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Pernyataan tersebut dilaporkan pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 06.50 WIB, setelah dikonversi dari waktu publikasi 25 Oktober 2026 pukul 23:50 GMT. Ancaman muncul beberapa jam setelah otoritas Saudi mengumumkan penerbangan di bandara itu kembali beroperasi meski sebelumnya menjadi sasaran serangan berulang.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan fasilitas tersebut tidak akan aman dan meminta maskapai, pekerja bandara, serta penumpang untuk menghindari penggunaannya. Houthi juga mengklaim telah melancarkan tiga operasi militer menggunakan puluhan rudal balistik dan menyebut serangan ke bandara berhasil mencapai sasaran.
Selain King Khalid, kelompok tersebut juga menyebut Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Bandara Najran, serta Pangkalan Udara Khamis Mushait sebagai target serangan. Rangkaian aksi tersebut menunjukkan eskalasi tekanan terhadap infrastruktur penerbangan dan militer Arab Saudi.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Taif dan Yanbu. Perkembangan ini memperlihatkan ketegangan antara kedua pihak masih tinggi dan risiko serangan lanjutan tetap terbuka.
Eskalasi tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan, terutama jika serangan meluas ke fasilitas energi dan jalur distribusi minyak. Kondisi ini dapat menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi serta memicu volatilitas pada harga minyak dunia dan aset safe haven. (srh)