Solid Gold Berjangka - Upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina kembali mendapatkan momentum setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui rencana melanjutkan perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat. Pembicaraan trilateral yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan AS berpotensi dimulai pada November 2026, dengan Abu Dhabi dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi pertemuan.
Kesepakatan tersebut disampaikan Kremlin setelah Putin bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di St Petersburg. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya terbaru Washington untuk mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan tatap muka kesembilan antara Putin dan Witkoff. Sebagai langkah awal untuk memperbaiki hubungan, Rusia membebaskan Stephen Hubbard, pensiunan guru asal AS yang sebelumnya ditahan di Rusia, setelah Presiden AS Donald Trump meminta pembebasannya.
Kremlin menyatakan perundingan berikutnya akan berlangsung pada tingkat teknis dan difokuskan pada mekanisme keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah perang berakhir. Pembicaraan tersebut diperkirakan dapat dimulai pada atau setelah 10 November 2026.
Namun, masih terdapat perbedaan pandangan yang cukup besar antara kedua pihak. Kremlin menilai sejumlah gagasan yang muncul dalam pertemuan sebelumnya di Oslo belum sepenuhnya memenuhi kepentingan Rusia, meskipun Washington menilai pembicaraan tersebut telah menghasilkan momentum baru menuju proses perdamaian.
Pertemuan Oslo sebelumnya melibatkan Witkoff, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, pemimpin Finlandia dan Norwegia, serta perwakilan negara-negara Eropa dan NATO. Ukraina disebut membawa sejumlah usulan baru untuk mencari jalan keluar dari konflik, tetapi detail kesepakatan masih perlu dinegosiasikan lebih lanjut.
Perbedaan utama antara Rusia dan Ukraina masih berkaitan dengan wilayah, keamanan, dan hubungan Kyiv dengan NATO. Rusia tetap menuntut penguasaan penuh wilayah Donetsk, menolak kemungkinan Ukraina bergabung dengan NATO, serta menginginkan kesepakatan damai menyeluruh dibandingkan sekadar gencatan senjata sementara.
Zelenskiy berharap sejumlah isu penting dapat dibahas langsung dalam pertemuan trilateral yang melibatkan Putin dan Trump. Namun, Kremlin menegaskan bahwa pertemuan antara Putin dan Zelenskiy harus dipersiapkan secara matang agar dapat menghasilkan kemajuan yang konkret.
Di tengah proses tersebut, Trump meningkatkan tekanan terhadap Ukraina agar segera mencapai kesepakatan. Washington menilai perang perlu diakhiri secepat mungkin, meskipun posisi Rusia dan Ukraina masih berjauhan dalam sejumlah isu utama.
Pembicaraan Putin dan Witkoff juga mencakup persoalan Iran. Rusia menawarkan diri untuk membantu menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran, memanfaatkan hubungan panjang Moskow dengan pemerintah Iran. Kremlin menilai kesepakatan mengenai persoalan nuklir Iran masih memungkinkan untuk dicapai.
Selain geopolitik, Rusia dan AS juga membahas kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan ekspor pupuk Rusia ke Amerika Serikat dan sejumlah proyek bersama berskala besar. Potensi pertemuan antara Putin, Trump, dan Presiden China Xi Jinping di China pada November juga ikut dibicarakan.
Sementara itu, hubungan Washington dan Kyiv masih mendapat perhatian setelah muncul kekhawatiran mengenai akses Ukraina terhadap informasi intelijen dan sistem komunikasi militer. Meski terdapat laporan mengenai pembatasan layanan satelit yang digunakan Ukraina, pemerintah AS menegaskan bahwa akses Kyiv terhadap sistem komunikasi tersebut tidak dicabut. Perkembangan ini membuat arah hubungan AS-Ukraina tetap menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses perdamaian selanjutnya. (srh)