Solid Gold Berjangka - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat setelah serangan Houthi di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Harga UKOIL terbaru bergerak di sekitar US$113,97 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$102,01 per barel.
Secara mingguan, Brent berada di jalur penguatan untuk pekan ketiga berturut-turut setelah pada Kamis ditutup pada level tertinggi sejak 4 Mei. Sebaliknya, WTI masih berpotensi mencatat penurunan mingguan setelah sebelumnya membukukan kenaikan selama dua pekan berturut-turut.
Ketegangan meningkat setelah Saudi Aramco memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, kawasan Teluk yang berdekatan dengan Bahrain. Langkah tersebut dilakukan ketika konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman semakin intensif, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi negara pengekspor minyak terbesar dunia itu.
Pasar juga mulai mengantisipasi risiko gangguan terhadap jalur pengiriman minyak di kawasan Teluk Persia dan Laut Merah. Bentrokan antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi terus meningkat setelah kelompok yang didukung Iran tersebut bergerak mendekati Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Arah harga minyak selanjutnya akan sangat bergantung pada seberapa besar gangguan aktual terhadap produksi dan distribusi energi serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan operasi. Jika serangan terus berlanjut dan pengiriman minyak tertunda, premi risiko geopolitik berpotensi bertahan dan menjaga harga minyak tetap tinggi.
Tekanan pasokan juga datang dari Libya setelah salah satu katup pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara menuju Pelabuhan Zawiya ditutup. Kondisi tersebut menyebabkan produksi dari kedua ladang menurun, menambah kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan global di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. (srh)