Solid Gold Berjangka - Harga emas dunia masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, meski XAU/USD berhasil kembali naik ke sekitar US$4.019 per troy ounce setelah sebelumnya sempat turun menembus level psikologis US$4.000 dan menyentuh posisi terendah dalam tiga bulan. Rebound tersebut masih terbatas dan belum sepenuhnya mengubah sentimen bearish yang membayangi emas.
Tekanan terhadap emas masih datang dari ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Meski pejabat The Fed mengindikasikan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember.
Kekhawatiran inflasi juga kembali meningkat seiring harga minyak mentah bertahan dekat level tertinggi satu bulan. Konflik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman, menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan bandara dan infrastruktur energi yang menjadi sasaran serangan drone dan rudal.
Risiko geopolitik semakin tinggi setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa serangan baru AS dapat mendorong Teheran memperluas respons militernya ke negara-negara tetangga dan pangkalan yang digunakan dalam operasi militer AS. Laporan mengenai potensi operasi militer baru AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilu sela AS turut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi.
Namun, ekspektasi suku bunga AS yang tetap ketat membantu dolar AS pulih dari level terendah tiga pekan, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi emas. Meski demikian, investor cenderung menahan posisi agresif menjelang pertemuan FOMC pekan depan yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada keputusan The Fed, pernyataan kebijakan, serta komentar Ketua The Fed Kevin Warsh. Investor juga menunggu data awal pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga dan indeks harga Personal Consumption Expenditures yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed. Hasil rangkaian data tersebut akan menjadi penentu apakah emas mampu memperkuat pemulihan di atas US$4.019 atau kembali tertekan ke bawah US$4.000. (srh)