Harga emas dunia bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Rabu(28/10), seiring masuknya aksi beli saat harga turun menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot bergerak di sekitar US$4.060,73 per troy ounce setelah mencatat kenaikan sekitar 1,1% pada sesi sebelumnya.
Pemulihan emas didukung oleh masuknya pembeli fisik dan investor yang memanfaatkan koreksi harga dalam beberapa hari terakhir. Aksi tersebut membantu menahan tekanan setelah emas sempat jatuh di bawah US$4.000 dan menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli.
Permintaan dari Tiongkok turut memberikan dukungan. Minat rumah tangga terhadap emas meningkat dalam dua bulan terakhir seiring harga yang lebih rendah dan berkurangnya daya tarik pasar saham domestik. Kondisi tersebut membantu memperkuat permintaan fisik ketika volatilitas pasar global masih tinggi.
Fokus utama investor kini tertuju pada keputusan Federal Reserve. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, kondisi yang secara umum mendukung emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Namun, pasar masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, sehingga arah kebijakan berikutnya tetap menjadi perhatian.
Selain The Fed, pergerakan emas juga dipengaruhi harga minyak yang relatif stabil, perkembangan pemilu Israel, serta membaiknya sentimen terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan. Jika The Fed memberikan sinyal yang lebih dovish, emas berpeluang mempertahankan penguatan. Sebaliknya, nada hawkish dapat kembali mengangkat dolar AS dan menekan harga emas.