Solid Gold Berjangka - Harga emas dunia kembali melemah pada awal perdagangan Eropa Rabu (28/10), dengan XAU/USD bertahan di bawah US$4.050 per troy ounce. Pelemahan ini mengakhiri kenaikan selama dua sesi berturut-turut, sementara investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan hari ini.
The Fed diperkirakan secara luas mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan kebijakan dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga selanjutnya, terutama kemungkinan kenaikan pada Desember.
Pasar saat ini masih memperhitungkan peluang lebih dari 80% bahwa The Fed akan kembali menaikkan biaya pinjaman sebelum akhir tahun. Kekhawatiran terhadap inflasi akibat tingginya harga energi juga memperkuat ekspektasi pengetatan lebih lanjut, sehingga membatasi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain keputusan FOMC, investor juga menantikan rilis awal produk domestik bruto AS kuartal III dan indeks harga Personal Consumption Expenditures pada Kamis. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk menilai kekuatan pertumbuhan dan tekanan inflasi, sekaligus menentukan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed berikutnya.
Tekanan terhadap emas turut diperkuat oleh penguatan dolar AS dan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan AS-Iran, klaim serangan Houthi terhadap fasilitas di Arab Saudi, serta mandeknya proses diplomasi mendorong harga minyak kembali naik dan menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Meski demikian, XAU/USD masih bertahan di atas level terendah tiga bulan yang disentuh awal pekan ini. Namun, selama ekspektasi kenaikan suku bunga Desember tetap tinggi dan dolar AS bertahan kuat, ruang pemulihan emas berpotensi terbatas dan setiap rebound masih rentan kembali menghadapi tekanan jual. (srh)