Solid Gold Berjangka - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu setelah klaim serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Timur Tengah. Brent bergerak di sekitar US$116,26 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$103,53 per barel pada perdagangan Eropa, Selasa (28/10).
Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kilang minyak terbesar Arab Saudi menggunakan rudal. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas sekitar 550.000 barel per hari. Namun, otoritas Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung mengenai serangan tersebut.
Kenaikan harga terjadi setelah minyak sempat turun hampir US$2 pada sesi Selasa. Pelaku pasar masih memperhitungkan risiko eskalasi baru di Timur Tengah, terutama sambil menunggu kejelasan mengenai langkah Amerika Serikat terhadap Iran setelah rangkaian agenda politik berlangsung.
Dari sisi persediaan, American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah AS turun 2,03 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober. Angka tersebut berlawanan dengan perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan tipis sekitar 15.000 barel, sehingga perhatian kini tertuju pada laporan resmi Energy Information Administration.
Pasar juga menantikan pertemuan OPEC+ pada Minggu, dengan produsen diperkirakan mempertahankan target produksi Desember. Produksi sejumlah anggota inti masih berada di bawah target, sementara ekspor minyak Rusia berpotensi menurun bulan depan. Kombinasi risiko geopolitik, penurunan stok AS, dan keterbatasan pasokan membuat harga minyak tetap rentan bergerak tinggi. (srh)