Harga emas dunia (XAU/USD) kembali menyentuh level psikologis US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Kamis (5/11/2026) di sesi Asia, memperpanjang momentum pemulihan setelah mengalami tekanan tajam pada akhir Oktober. Pergerakan ini menjadi sorotan pasar karena menunjukkan kembalinya minat beli terhadap logam mulia, seiring perubahan sentimen investor terhadap kondisi politik dan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Penguatan emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Hasil tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump akan menghadapi pengawasan lebih ketat dari Kongres. Ketidakpastian arah kebijakan fiskal dan ekonomi AS turut mendorong investor kembali mempertimbangkan emas sebagai aset lindung nilai.
Selain perkembangan politik, penurunan harga minyak dunia turut memberikan sentimen positif bagi emas. Pelemahan minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kebutuhan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat. Namun, prospek suku bunga AS masih dibayangi ketahanan pasar tenaga kerja dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.
Secara teknikal, level US$4.100 menjadi area psikologis penting bagi pergerakan emas selanjutnya. Apabila harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju US$4.120 hingga US$4.150 dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum berpotensi memicu koreksi menuju US$4.050 hingga US$4.000. Pelaku pasar kini menantikan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat (6/11) yang berpotensi menentukan arah dolar dan emas berikutnya.