Solid Gold Berjangka - Harga emas kembali melemah pada perdagangan Rabu (21/10), memperpanjang penurunan selama empat sesi berturut-turut. Harga XAU/USD terbaru berada di sekitar US$4.119 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga masih bergerak tertekan.
Tekanan terhadap emas meningkat setelah harga minyak kembali bergerak naik di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Risiko pelayaran di Laut Merah serta ancaman terhadap infrastruktur energi Arab Saudi membuat pasar kembali mencemaskan tekanan inflasi, yang berpotensi mempertahankan kebijakan moneter AS tetap ketat.
Kenaikan harga energi menjadi faktor penting bagi emas karena inflasi yang lebih tinggi dapat memperkuat alasan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga membatasi minat beli terhadap logam mulia.
Pasar kini menunggu pertemuan Federal Reserve pada 27–28 Oktober. Ekspektasi kenaikan suku bunga bulan ini relatif rendah, sekitar 16%, sementara peluang kenaikan pada Desember masih berada di kisaran 90%. Pasar juga mulai memperhatikan apakah proyeksi kenaikan suku bunga untuk tahun depan akan berubah.
Jika ekspektasi pengetatan The Fed mulai berkurang, emas berpotensi mendapatkan ruang untuk rebound. Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang bertahan dapat membuat tekanan terhadap emas berlanjut. Indeks dolar AS yang mulai stabil setelah mengalami pelemahan turut membatasi permintaan terhadap emas.
Investor selanjutnya akan mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pekan depan sebagai indikator inflasi favorit The Fed. Sementara itu, logam mulia lainnya juga masih berada di bawah tekanan, seiring sentimen pasar yang tetap sensitif terhadap arah suku bunga AS dan pergerakan dolar. (srh)