Solid Gold Berjangka – Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm di Iran pada Senin (2/11), meski Washington tetap menyampaikan harapan tercapainya penyelesaian melalui negosiasi. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintah masih melihat peluang menuju kesepakatan dengan Teheran.
Sejumlah pejabat AS yang dikutip media menyebut Washington telah melakukan serangan terbatas terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir. Operasi tersebut disebut sengaja dilakukan tanpa banyak publikasi untuk menghindari kesan bahwa Amerika Serikat tengah mempersiapkan eskalasi perang berskala besar.
Pulau Qeshm berada di lepas pantai selatan Iran dan dekat dengan Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global. Wilayah tersebut disebut menjadi perhatian AS karena laporan mengenai keberadaan rudal antikapal, ranjau, drone, dan kapal serang yang disimpan di fasilitas bawah tanah.
Di sisi diplomasi, Vance mengatakan pemerintah AS melihat perkembangan positif dalam komunikasi dengan Iran dan berharap penyelesaian melalui negosiasi dapat tercapai. Namun, ia menegaskan Washington tetap mempertahankan berbagai opsi apabila pembicaraan gagal, baik dalam bentuk langkah militer maupun nonmiliter.
Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut kemungkinan fasilitas bawah tanah lain, termasuk kawasan Pickaxe Mountain di dekat Natanz, dapat menjadi sasaran apabila Washington menilai ancaman nuklir masih berlanjut.
Meski tekanan militer tetap ada, pemerintahan AS terus menegaskan bahwa diplomasi menjadi pilihan utama. Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya juga mengatakan Trump lebih memilih penyelesaian konflik tanpa penggunaan kekuatan militer. Kombinasi antara operasi terbatas dan jalur negosiasi membuat risiko geopolitik tetap tinggi dan berpotensi menjaga volatilitas pada minyak, emas, serta aset safe haven. (srh)