Solid Gold Berjangka - Pasar saham Eropa diperkirakan mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Selasa (3/11/2026), menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kontrak berjangka indeks STOXX 600 turun lebih dari 1%, sementara indeks DAX Jerman dan IBEX Spanyol masing-masing melemah sekitar 1%. Tekanan ini muncul setelah laporan serangan militer AS terhadap Iran kembali meningkatkan kekhawatiran investor mengenai kelanjutan konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap perekonomian global.
Ketegangan meningkat setelah seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Washington melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm, Iran, yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz. Serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah pemerintah Iran menyatakan keterbukaannya terhadap perundingan damai, sementara Presiden Donald Trump memberikan sinyal bahwa Washington dapat menunda serangan lanjutan setelah pemilu sela AS. Perkembangan ini menimbulkan keraguan terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Meningkatnya risiko geopolitik turut mendorong pemulihan harga minyak dunia setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Minyak mentah Brent menguat 1,6% hingga kembali diperdagangkan di atas US$100 per barel, setelah sebelumnya anjlok sekitar 7%. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kembali tekanan inflasi dan biaya operasional perusahaan, terutama sektor transportasi. Maskapai penerbangan Eropa menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian setelah Lufthansa mengumumkan penurunan proyeksi laba akibat meningkatnya tantangan terhadap kinerja perusahaan.
Selain faktor geopolitik, pasar saham Eropa juga menghadapi tekanan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI). Saham perusahaan teknologi seperti Aixtron, ASML, dan Schneider Electric berpotensi melemah setelah aksi jual saham teknologi meluas di pasar Asia. Investor mulai mempertanyakan besarnya biaya investasi AI dibandingkan potensi keuntungan yang dihasilkan. Sentimen negatif semakin meningkat setelah Apple memperkirakan tekanan terhadap margin laba akibat kenaikan biaya chip memori. Di tengah kondisi tersebut, Bayer diperkirakan bergerak positif setelah menaikkan proyeksi keuntungan sepanjang 2026.