Solid Gold Berjangka – Euro memangkas sebagian besar kenaikan terhadap dolar AS pada perdagangan Eropa Jumat (30/10) setelah EUR/USD gagal melanjutkan penguatan di atas 1,1215. Pasangan mata uang tersebut masih naik tipis sekitar 0,11% dan diperdagangkan di kisaran 1,1188, seiring dolar mulai pulih dari pelemahan pada awal sesi.
Pemulihan dolar didukung kombinasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang kuat dan tekanan inflasi yang masih tinggi. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada Desember. Indeks dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 101,72 setelah sempat turun hingga 101,59.
Data awal GDP AS kuartal III menunjukkan ekonomi tumbuh 3,4% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan 3,2% dan meningkat dari 2,2% pada kuartal sebelumnya. Konsumsi masyarakat menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan 3,8%, sementara investasi bisnis, terutama di sektor teknologi informasi, juga memberikan kontribusi kuat.
Tekanan terhadap euro turut datang dari data inflasi AS. Core PCE, ukuran inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed, naik 3,1% secara tahunan pada September, sesuai ekspektasi dan lebih tinggi dibandingkan 3% pada Agustus. Inflasi yang tetap tinggi menjaga peluang pengetatan moneter AS dan membatasi ruang penguatan EUR/USD.
Dari kawasan Eropa, perhatian investor kini tertuju pada data Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Jerman untuk Oktober. Inflasi harmonisasi diperkirakan melambat menjadi 3,1% secara tahunan dari 3,3% pada September. Hasil yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan euro lebih lanjut, sementara inflasi yang tetap tinggi dapat kembali mendukung ekspektasi kebijakan ketat European Central Bank. (srh)