Solid Gold Berjangka – Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 2,12% dan ditutup di level 63.290 pada perdagangan Jumat (30/10), mengakhiri reli selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan terutama berasal dari saham teknologi setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan besar kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tren investasi kecerdasan buatan (AI).
Sentimen sektor teknologi memburuk setelah saham Amazon merosot sekitar 7% pada perdagangan setelah jam bursa menyusul peningkatan tajam belanja modal perusahaan. Intel bahkan jatuh 23% setelah memberikan proyeksi kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan dan menunjukkan tanda-tanda perlambatan permintaan di pasar komputer pribadi.
Di Jepang, investor juga menanti laporan keuangan Kioxia Holdings dan Tokyo Electron untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai permintaan terkait AI. Menjelang laporan tersebut, saham Kioxia turun 7,1%, sementara Tokyo Electron merosot 5,2%. Tekanan juga melanda Advantest yang turun 5,9%, SoftBank Group melemah 6%, dan Lasertec jatuh 8,8%.
Aksi jual tersebut mencerminkan meningkatnya keraguan investor terhadap kemampuan tingginya belanja AI untuk menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat. Setelah reli panjang saham teknologi, laporan keuangan yang mengecewakan mendorong pelaku pasar kembali mengevaluasi valuasi dan prospek pertumbuhan perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap sektor AI.
Di sisi kebijakan moneter, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 1,25%, tetapi memberikan sinyal bahwa inflasi inti telah mencapai target 2%. Kondisi tersebut membuka peluang kenaikan suku bunga pada Desember dan berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham Jepang jika ekspektasi pengetatan kebijakan semakin kuat. (srh)