Solid Gold Berjangka – Harga emas dunia mencoba bangkit pada perdagangan Jumat (30/10) setelah sebelumnya menyentuh sekitar US$3.965 per troy ounce, level terendah sejak 17 Juli. Pemulihan XAU/USD didukung pelemahan dolar AS yang berlanjut untuk hari ketiga berturut-turut serta penurunan yield obligasi pemerintah AS.
Yield Treasury AS turun setelah investor memburu obligasi pemerintah sebagai aset aman di tengah kekhawatiran bahwa tingginya belanja perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan belum tentu menghasilkan imbal hasil yang sepadan. Sentimen tersebut menekan dolar dan memberikan ruang bagi emas untuk melakukan pemulihan intraday.
Dukungan terhadap emas juga datang dari meningkatnya harapan tercapainya solusi diplomatik di Timur Tengah. Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan mengirim surat langsung kepada pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei untuk membuka kembali negosiasi, sementara Qatar mengajukan rancangan kesepakatan baru guna mengakhiri konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Meski demikian, risiko geopolitik masih tetap tinggi. Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi terus meningkat, sementara ancaman serangan baru AS dan Israel setelah pemilu sela AS masih membayangi pasar. Iran juga mengklaim empat kapal tanker menghantam ranjau laut di Selat Hormuz, memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa bulan.
Dari sisi ekonomi, data AS yang kuat masih menjadi penghambat utama bagi kenaikan emas. GDP AS kuartal III tumbuh 3,4% secara tahunan dari 2,2% sebelumnya, sementara PCE naik 0,5% secara bulanan dan 3,6% secara tahunan. Core PCE juga meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga pada Desember.
Dalam jangka pendek, rebound emas masih perlu dicermati dengan hati-hati karena ekspektasi pengetatan The Fed tetap kuat. Pelemahan dolar dan penurunan yield memang memberi ruang pemulihan, tetapi selama data ekonomi AS tetap solid dan inflasi tinggi, kenaikan XAU/USD berpotensi kembali menghadapi tekanan jual. (srh)