Saham-saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Selasa (20/10). Indeks STOXX 600 turun 0,51% ke 636,32 poin, setelah sebelumnya terkoreksi 0,8%. Tekanan terutama datang dari meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi politik dan ekonomi Prancis.
Indeks CAC 40 Prancis juga turun 0,41% seiring berlanjutnya aksi protes yang telah berlangsung sejak akhir pekan. Kerusuhan tersebut semakin menekan sentimen investor terhadap negara dengan perekonomian terbesar kedua di kawasan euro tersebut.
Situasi politik Prancis menjadi perhatian karena negara tersebut tengah menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lemah dan utang pemerintah yang terus meningkat. Otoritas setempat bahkan memberlakukan jam malam di sejumlah kota, termasuk Paris, Lille, dan Nice.
Investor juga berhati-hati menjelang pemungutan suara terkait rancangan anggaran Prancis. Ketidakpastian mengenai kebijakan pemerintah ke depan membuat investor mempertanyakan seberapa besar eksposur yang masih menarik terhadap aset Eropa, terutama ketika risiko politik semakin meningkat.
Di sisi lain, sejumlah saham berhasil menguat berkat laporan kinerja perusahaan. OVHcloud melonjak 7,9% setelah mencatat arus kas bebas positif, sementara Comet Holding naik 4,1% setelah melaporkan peningkatan penjualan yang didukung ekspansi pusat data dan infrastruktur AI. Sebaliknya, ABB turun 5,3% meski mencatat rekor pesanan kuartalan.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada komentar pejabat Bank Sentral Eropa Olli Rehn mengenai arah kebijakan moneter. Investor memperkirakan suku bunga ECB tetap ditahan pada pertemuan Oktober, sementara pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember.
Analisis Newsmaker: Saham Eropa masih cenderung tertekan dalam jangka pendek karena kombinasi kerusuhan dan ketidakpastian politik Prancis, risiko fiskal, serta harga minyak yang tinggi dapat membuat investor lebih defensif. Jika kondisi politik Prancis terus memburuk, tekanan berpotensi menyebar ke pasar Eropa lainnya, sementara inflasi energi yang tinggi juga dapat membatasi ruang ECB untuk melonggarkan kebijakan.