Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa malam (20/10), setelah sebelumnya mengalami tekanan jual hingga bergerak di sekitar US$4.120 per troy ounce. Pemulihan harga emas terjadi seiring penurunan harga minyak mentah yang berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi logam mulia setelah sebelumnya tertekan oleh meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pemulihan emas. Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran terhadap kenaikan biaya energi dan inflasi global. Namun, ketika harga minyak mulai melemah, tekanan inflasi diperkirakan dapat berkurang sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena dapat mengurangi daya tarik aset berbasis imbal hasil seperti obligasi pemerintah AS.
Di sisi lain, ketidakpastian pasar keuangan global turut memberikan dukungan terhadap permintaan emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Tekanan pada saham-saham teknologi Wall Street, terutama sektor kecerdasan buatan (AI), meningkatkan kewaspadaan investor terhadap aset berisiko. Meski demikian, perhatian pasar masih tertuju pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang. Investor akan mencermati petunjuk mengenai arah suku bunga AS hingga akhir tahun, terutama di tengah ketidakpastian inflasi dan perkembangan geopolitik global.
Solidnews mencermati bahwa kombinasi penurunan harga minyak, potensi meredanya tekanan inflasi, serta meningkatnya kehati-hatian investor dapat menjadi faktor pendukung pemulihan harga emas dalam jangka pendek. Jika pelemahan minyak turut diikuti penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju area psikologis US$4.200 per troy ounce. Namun, apabila ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed kembali meningkat, kenaikan emas berisiko tertahan dan tekanan jual dapat kembali muncul.