Solid Gold Berjangka - Harga emas (XAU/USD) bergerak mendatar di sekitar US$4.140 per troy ounce pada perdagangan Asia Selasa (20/10) setelah dibuka sedikit melemah. Dalam hampir tiga pekan terakhir, emas bergerak dalam kisaran US$4.063,55 hingga US$4.227,53, dengan kenaikan tertahan oleh tingginya harga minyak dan pergerakan yield obligasi Treasury AS.
Tekanan terhadap emas kembali meningkat setelah yield Treasury AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Yield tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,15% setelah mencatat kenaikan pada Senin. Yield yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Pasar juga mencermati musim laporan keuangan kuartal ketiga perusahaan teknologi besar AS. Meta dijadwalkan menjadi salah satu perusahaan hyperscaler pertama yang merilis kinerja kuartalan, disusul Microsoft, Amazon, dan Google. Goldman Sachs memperkirakan kelompok hyperscaler berbasis AI dapat meningkatkan belanja modal gabungan hingga sekitar US$1,2 triliun pada tahun depan.
Belanja besar untuk infrastruktur AI berpotensi mendorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan kembali mengangkat yield Treasury. Sebelumnya, kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi pusat data sempat mendorong investor masuk ke obligasi pemerintah AS, sehingga yield tenor 10 tahun turun sekitar 16,5 basis poin sepanjang pekan lalu ke sekitar 5,07%.
Di sisi lain, harga minyak tetap menjadi faktor penekan bagi emas. WTI diperdagangkan di sekitar US$98,45 per barel setelah naik hampir 15% dalam dua pekan terakhir. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk kekhawatiran Iran dapat memperluas gangguan jalur pelayaran hingga Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, menjaga premi risiko energi tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi.
Sementara itu, Federal Reserve telah memasuki periode blackout menjelang keputusan kebijakan moneter akhir bulan. Sejumlah pejabat The Fed masih menekankan pentingnya membawa inflasi kembali ke target 2%, tetapi belum menunjukkan urgensi untuk menaikkan suku bunga pada Oktober. Pasar saat ini lebih yakin The Fed akan menahan suku bunga bulan ini, sementara peluang kenaikan pada Desember tetap tinggi, sehingga pergerakan yield dan ekspektasi suku bunga masih menjadi faktor utama bagi arah emas dalam jangka pendek. (srh)