Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (20/10), seiring kembali meningkatnya tekanan jual pada saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Indeks Nasdaq Composite melemah 0,9%, sementara S&P 500 turun 0,3%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average menguat 229 poin atau 0,4%, ditopang kenaikan saham sektor kesehatan seperti Johnson & Johnson dan Merck. Pergerakan ini mencerminkan sikap investor yang semakin selektif dalam menghadapi ketidakpastian prospek sektor teknologi.
Tekanan jual melanda sejumlah perusahaan semikonduktor dan infrastruktur AI. Saham Micron Technology, Intel, dan Sandisk masing-masing melemah sekitar 2%, sementara Seagate Technology dan Advanced Micro Devices (AMD) turun lebih dari 1%. Saham CoreWeave juga merosot lebih dari 3%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tingginya kebutuhan pendanaan pengembangan infrastruktur AI. Sentimen negatif semakin kuat setelah perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Elice, anjlok lebih dari 30% dalam debut perdagangannya di bursa saham.
Pelemahan tersebut terjadi setelah Wall Street sempat mencatatkan pemulihan pada perdagangan Senin, ketika Nasdaq menguat lebih dari 1% dan S&P 500 naik 0,4%. Namun, kekhawatiran mengenai besarnya utang perusahaan teknologi, tingginya biaya pembangunan pusat data, serta ketidakpastian pengembalian investasi AI kembali membayangi pasar. Tekanan juga meluas ke kawasan Asia-Pasifik, dengan indeks Kospi Korea Selatan merosot 3,73%, Nikkei 225 Jepang turun 1,3%, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,33%.
Newsmaker mencermati bahwa tekanan pada saham teknologi mencerminkan meningkatnya keraguan investor terhadap keberlanjutan pertumbuhan industri AI, khususnya perusahaan yang mengandalkan pembiayaan utang dalam ekspansi bisnisnya. Jika kekhawatiran terhadap biaya pendanaan dan profitabilitas terus meningkat, Nasdaq berpotensi menghadapi tekanan lanjutan dan memicu sentimen penghindaran risiko di pasar saham global. Sebaliknya, laporan keuangan perusahaan teknologi yang solid serta bukti pertumbuhan pendapatan dari investasi AI dapat menjadi katalis pemulihan kepercayaan investor.