Solid Gold Berjangka - Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,62% dan ditutup di level 64.916 pada perdagangan Senin (19/10), memperpanjang pelemahan dari pekan sebelumnya. Tekanan masih datang dari saham teknologi karena investor terus mempertanyakan apakah belanja besar untuk infrastruktur kecerdasan buatan mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Kekhawatiran tersebut cukup terasa di Jepang karena banyak perusahaan memiliki eksposur besar terhadap ekspansi AI global. Meski demikian, tekanan jual mulai mereda setelah kontrak berjangka saham AS rebound tajam menyusul penurunan besar pada perdagangan Jumat.
Saham teknologi menjadi penekan utama indeks. Taiyo Yuden turun 4,9%, SoftBank Group melemah 2%, Lasertec merosot 3,9%, Ibiden turun 2,6%, dan Tokyo Electron kehilangan 2,6%.
Saham Kioxia juga tetap rentan setelah laporan menunjukkan posisi long dengan leverage pada saham tersebut mencapai sekitar ¥920 miliar pada pekan lalu, menjadi yang tertinggi di antara perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Tokyo. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi tekanan jual jika sentimen terhadap saham AI kembali memburuk.
Investor kini menunggu data perdagangan dan inflasi Jepang untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi domestik. Selama kekhawatiran terhadap valuasi sektor AI masih tinggi, Nikkei diperkirakan tetap bergerak volatil dengan saham teknologi menjadi faktor utama penentu arah pasar. (srh)