Indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 1,3% ke bawah level 63.300 pada perdagangan Rabu(4/11) setelah pasar kembali dibuka seusai libur. Tekanan terutama berasal dari saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI), seiring investor kembali mempertanyakan keberlanjutan tren investasi besar-besaran di sektor tersebut.
Sentimen pasar Jepang turut mengikuti pelemahan kontrak berjangka saham Amerika Serikat. Pergerakan tersebut muncul di tengah ketidakpastian politik AS setelah hasil awal pemilu meningkatkan perhatian investor terhadap kemungkinan perubahan komposisi Kongres dan potensi dampaknya terhadap kebijakan sektor teknologi.
Pelaku pasar mencermati kemungkinan meningkatnya regulasi terhadap industri AI serta pengawasan terhadap perusahaan teknologi apabila arah kebijakan di Washington berubah. Besarnya eksposur sejumlah perusahaan Jepang terhadap ekspansi AI global membuat pasar saham Negeri Sakura sangat sensitif terhadap perubahan sentimen di sektor teknologi.
Saham-saham teknologi menjadi pemberat utama Nikkei. Kioxia Holdings anjlok 6,7%, Advantest turun 4,2%, Tokyo Electron melemah 3,3%, sementara Lasertec terkoreksi 3%. Taiyo Yuden mencatat tekanan lebih tajam dengan penurunan sekitar 9,6%.
Dalam jangka pendek, pergerakan Nikkei diperkirakan tetap sensitif terhadap sentimen saham teknologi global dan perkembangan kebijakan AS terhadap industri AI. Kekhawatiran mengenai tingginya valuasi serta kemampuan investasi AI menghasilkan keuntungan dapat mempertahankan volatilitas tinggi pada saham semikonduktor dan teknologi Jepang.