Solid Gold Berjangka – Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,33% dan ditutup di level 63.082 pada perdagangan Senin (2/11), memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya. Tekanan utama datang dari saham teknologi setelah Kioxia Holdings memberikan proyeksi kinerja yang lebih hati-hati, memicu kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan terkait kecerdasan buatan mulai melambat.
Saham Kioxia anjlok 15,8% setelah perusahaan memperkirakan laba operasional kuartal Desember sebesar ¥2 triliun, hanya sedikit lebih tinggi dari ¥1,99 triliun pada kuartal sebelumnya. Proyeksi tersebut menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan laba kuat yang tercatat dalam beberapa kuartal terakhir.
Tekanan juga datang dari Screen Holdings yang merosot 19% setelah manajemen mempertahankan proyeksi setahun penuh, meski perusahaan mencatatkan pesanan masuk pada level rekor dan permintaan peralatan semikonduktor tetap kuat. Sikap hati-hati manajemen memicu kekhawatiran bahwa momentum pertumbuhan sektor chip tidak sekuat sebelumnya.
Sejumlah saham teknologi lain ikut melemah. Ibiden turun 3,8%, Taiyo Yuden melemah 3%, sementara SoftBank Group terkoreksi 1,6%. Pelemahan tersebut menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham teknologi setelah reli panjang yang didorong optimisme terhadap permintaan AI.
Dalam jangka pendek, arah Nikkei akan tetap dipengaruhi oleh laporan keuangan sektor teknologi dan perkembangan permintaan semikonduktor. Jika perusahaan-perusahaan besar kembali memberikan proyeksi konservatif, tekanan terhadap saham chip berpotensi berlanjut dan membatasi ruang pemulihan indeks. (srh)